Amir al Adil al Mardhi

Life Time Learner.

Jika Hati adalah taman, maka Rindu adalah mawar berduri. Indah namun melukai. Entah sudah berapa kali, air mata menetes basahi bumi.” 16/11/12

Tak Diinginkan

Aku tak bisa menggiring gelap ke terang.

Cahaya tak bisa tercemar bayang.

.

Bahkan dalam sisa-sisa tenaganya di penghujung hari,

keperkasaan mentari dapat membuat sinar bulan lari.

Mengabur.

Melebur.

Terkubur iring-iringan awan yang tak teratur.

.

Jika pintu tak terbuka,

ketukan dan gedoran sekeras apapun tak akan berguna.

Jeritku kala memanggil nama mu sirna bersama udara.

Memantul dalam fana.

.

Telah jelas dan tegas, bahwa hitam dan putih berbatas.

Dan ketika teguran putih mengeras,

aku meretas dimensi terluas agar dari hitam ku dapat berlepas.

.

.

20 Desember 2012.

I don’t understand pretty much things. And i’m gratefull for that. I thank God for that.

Algojo Kemayu, Penghapus dan Kamu.

Rindu itu menggerahkan,

maka ku putuskan untuk mendatangi ‘Tukang Pukul’ dengan ‘bertelanjang dada’.

Rindu itu menyesakkan,

maka ku berangkat untuk menghirup udara segar di Bandung sana.

.

Hari Minggu lalu. 18 November. Milenium kedua berlebih 10 tahun tambah dua.

Aku kesana menggiring sebuah tanya.

Mengharap obat mujarab.

Mencari jawab.

.

Karena sudah beberapa purnama,

kembali hadir sebuah nama.

Namun tak seperti sebelumnya.

Kedatangannya kali ini tak ku suka.

.

Peristiwa demi peristiwa, terjadi.

Kata demi kata, dibagi.

Hingga sampai pada momen untuk bertanya.

Dan aku bercerita.

.

Tentang dia yang kurasa akrab, tetapi asing.

Tentang kebisuan di wajah, dan jerit hati yang melengking.

Tentang kekhawatiran atas sesuatu yang tanpa wujud dan rupa.

Tentang keinginanku untuk lupa.

.

Dan ternyata, kata kerja tak berdiri sendiri.

Yang ku dapatkan disana ternyata berimbuhan awal re-.

They remind. I refound.

Obviously, it’s not a different battle, just another round.

.

Bagaimanapun, itu menguatkan, itu menenangkan, itu menjelaskan.

Bahwa aku tak perlu menghapus kata-kata yg tertera di buku orang lain.

Cukup meraut kembali pensilku,

menghapus kalimat yg tak perlu untuk memperbaiki isi catatan kecilku.

.

Tak kenal maka tak sayang.

Jika tak ada keberanian untuk berhadapan, tak aneh jika selalu dihantui bayang.

.

Namun kini mentari telah terbit,

lagi,

untuk kesekian kali.

Dan gelap itu seketika lari terbirit,

sembunyi,

ke pelosok bumi.

.

9:47

Ada saat kala dimana satu sentilan mampu menggetarkan gunung.

Namun ada pula waktu dimana bom nuklir sekalipun tak mampu menggeser seonggok batu meski hanya satu senti dari tempatnya.

Jika telah tertakdir, ia akan hadir.

Namun lewat mata yang menempel pada strata, fakta itu hanya serupa khutbah pendeta.

Bagaimanapun, inilah perisaiku. Siap beradu tangguh dengan jutaan anak panah yang meluncur.

Kesombongan Xerxes turut hancur kala Leonidas bangkit dan menebas batang-batang anak panah yang menempel di tamengnya.

Mati itu pasti.

Maka, selama genderang kehidupan masih ditabuh, jangan berhenti menari.

Kita akan terus menari.

Ada kalanya tubuh terlalu lelah, atau langkah kita salah, membuat badan kita jatuh dan memeluk tanah —yang ternyata ia begitu ramah, hingga kadang kita terhanyut dibuatnya, namun setelah itu semua berlalu, kita kembali berdiri. Kembali menari.

Jika musik pengiring kita berbeda, tak masalah. Cukup kita hadirkan jarak agar atraksi dan harmoni dapat leluasa kita cipta.

Jiwa Gesang mengalir pada tiap butir air yang hanyut di bengawan Solo.

Dan Nyai Kidul kini tak lagi menyandang Roro.

“Aku hitam. Biarlah menyatu dengan malam. Namun cintaku terang. Izinkan ia terlontar, dan kita meregang.”

“Aku hitam. Biarlah menyatu dengan malam. Namun cintaku terang. Izinkan ia terlontar, dan kita meregang.”

(via aflameoffreedom)

Ibu

(Wiji Thukul)

Jika kau menagih baktiku,
itu sudah kupersembahkan ibu.
Waktu hidup yang tak kubiarkan beku.
Itulah tanda baktiku kepadamu

Gula dan teh memang belum kuberikan.
Tetapi nilai hidup adakah di dalam nasi semata?

Apakah anak adalah tabungan?
Bisa sesuka hati dipecah kapan saja.
Apakah kelahiran cuma urusan untung dan laba?
Tumpukan budi yang harus dibayar segera.

Jalan mana harus ditempuh anak,
juga bukan yang bisa dan sudah dipilih
oleh yang berjalan itu sendiri?

(Source: postdysphoria)

” True Warrior needs only a sword to cleave his fate. ” -A Man who officially called ‘Spartacus’, but still, it was not his true name.

” True Warrior needs only a sword to cleave his fate. ” -A Man who officially called ‘Spartacus’, but still, it was not his true name.

Who Am I?

Who Am I?

(via magicalnaturetour)

Even these animals, have those eyes.

Even these animals, have those eyes.

(Source: magicalnaturetour)